Pasti senang kalo kita punya sahabat yg benar2 pengertian sama kita. Jadi…,kita kudu pertahankan persahabatan itu biar abadi selamanya..hhahhaaa…
Gimana caranya????
NGGAK EGOIS
Gak enak bgt kan kalo kita punya sahabat yg serba semaunya sendiri. Begitu juga sebaliknya…kita gak boleh maksain kehendak kita sama teman. Cobalah deh kita mengerti kalo sahabat kita jg punya keinginan yg belum tentu sama dgn kita. So…..hargailah hak –hak teman, jgn pengennya menang sendiri, jgn semaunya sendiri. Dgn begitu, percaya deh…sahabat akan tetap sng berada sisamping kita kalo kita gak egois.
PENGERTIAN
Seseorang pasti ingin dimengerti oleh sahabatnya. Kita hrs dpt memahami apa yg sdg dirasakan oleh sahabat kita. Kalo dia lagi sedih, kita bisa menghibur dia plus ngasih semangat dan dorongan. Kalo dia lagi senang, kita harus turut senang atas kebahagiaan yg dia rasakan. Begitu pula sebaliknya, sahabat juga hrs mengerti keadaan kita. Nah,,kalo sama2 saling mengerti kan enak.
DAPAT DIPERCAYA
Sesama2 pasti sering dunkz curhat2an. Gak tahu mau curhat masalah cowok, keluarga, sekolah, atau masalah2 yg lain. Kita tahu,menceritakan sesuatu yg rahasia kpd org lain itu gak pd sembarang org. Jadi, kalo ada sahabat yg menceritakan sesuatu yg sifatnya rahasia ke kita, itu artinya dia percaya sama kita. Nahh..karena kita udah dipercaya sama sahabat kita, jgn sampai kita nodai kepercayaan itu dgn menyebarluaskannya kpd org lain. Kita juga gak mau kan kalo rahasia kita disebarluaskan…dan diketahui publik.
MUSUH DIBALIK SELIMUT
jgn pernah!!!!!jadi musuh di balik selimut alias main belakang. Jangan ngomongin kejelekan sahabat kita sendiri dengan teman –teman kita yang lain. Biasanya hal ini bakal dilakuin kalo kita lagi sebel sama sahabat kita, atau kita gak suka dgn tingkah lakunya dia…nah,kalo sprti itu mending kita ngomong lgsng sama yg bersangkutan, suruh dia ngerubah sifat buruknya. Kita emang gak boleh menyalahkan, tapi bantu dia agar mau berubah. Dgn begitu, akan lebih baik dari pada kita nyimpen unek –unek,
SELALU BERSAMA
Lakukan kegiatan yg sama2 disukai. Jalan2 kek..nonton, makan bareng, main bareng. Usahakan kita selalu ada saat kita dibutuhkan. Lakukan kegiatan yg menyenangkan biar kebersamaan kalian tambah seru. Dengan begitu, kita makin akrab sama sahabat kita. Dan lagi, kita bisa tahu lebih dlm gmn sebenarnya sahabat kita atau kita bisa tahu kelebihan dan kekurangannya.
Jadi intinya, kita sebagai sahabat harus ngerti apa yg diinginkan oleh sahabat kita. Kita gak boleh egois, maksain sesuatu ke sahabat kita…kalo kita pengen dimengerti, yahh…kita juga kudu mengerti dgn keadaan sahabat kita. Terus, sebagai sahabat yg baik…apa gak lebih baik kalo kita selalu ada buat dia? Yahh… setidak2nya, kita udah ngasih yg terbaik buat sahabat, siapa tahu dgn begitu, kita jadi sahabat yg terbaik buat dia.
Jgn ngelupain sahabat , mentang2 kamu udah punya pacar…hal itu bakal bikin persahabatan kamu jadi ANCUR…kecuali kalo kamu tetap ingat sama sahabat kamu.
Mungkin itu sebagian cara agar persahabatan yg kita jalanin dgn sahabat dpt terjaga dgn baik. Smg TIPS ini membantu kita menemukan betapa INDAHNYA PERSAHABATAN itu.
Sahabat semua pasti cape' kan bacaya :)
Ayo kita mnm kopi dulu......
Selamat Malam
Salam Persahabatan__.....
Abdullah Azzam 08 Oktober jam 8:56 Balas • Laporkan
PERIHNYA PROSES KESUKSESAN
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang disayang Allah SWT
Banyak yang bisa kita pelajari dari alam di sekitar kita Allah telah menciptakan makhluknya yang banyak di seluruh jagad raya Itu semua adalah untuk kita manusia Agar kita lebih mengenal Penciptanya Dan agar menjadi pelajaran dalam kehidupan kita Ada makhluk Allah, yang kita bisa belajar dengannya Dia adalah seekor anak kerang ...
Seekor anak kerang didasar laut mengeluh kepada ibunya... " Ibu.......Sebutir pasir tajam masuk kedalam tubuhku yang lembek ini ibu ". "Anakku, Tuhan tak memberi kita tangan, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Ibu tahu, itu sakit, tapi terimalah sebagai takdir. Kuatkan hati, kerahkan semangat melawan nyeri yang menggigit. Balut pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itulah yang bisa kau perbuat" Kata ibunya dengan sendu dan lembut sambil menitikkan airmata Anak kerang pun menurut.
Kadang rasa sakit begitu hebatnya Sehingga ia sempat meragukan nasehat ibunya. Dengan air mata ia bertahan Tidak hanya hari demi hari, tapi bertahun-tahun. Tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus Rasa sakitpun makin berkurang makin lama mutiaranya semakin besar Rasa sakit akhirnya menghilang sama sekali
Sekarang............... Sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, Dan berharga mahal terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya membuahkan hasil yang menakjubkan. Dirinya kini menjadi sangat sangat berharga.
Sahabat... Untuk mencapai KESUKSESAN (dunia & akhirat)... Tidak ada yang datang dengan serta merta Tidak ada 'makan siang gratis' KESUKSESAN harus melalui suatu PROSES PANJANG... seumur hidup kita Perjuangan adalah suatu proses Kerja keras adalah suatu proses Penderitaan adalah suatu proses Ketidaknyamanan adalah suatu proses Kegagalan bukan hasil akhir Kegagalan adalah suatu proses
KESABARAN adalah SYARATnya KEIKHLASAN adalah NYAWAnya Dan RASA SYUKUR adalah OBATnya
Tidak ada KESUKSESAN tanpa KEGAGALAN Dan tidak ada KEBAHAGIAAN tanpa PENDERITAAN
Tidak ada KESUKSESAN bila itu FANA Dan tidak ada PENDERITAAN kalau cuma SEMENTARA
KESUKSESAN dan KEBAHAGIAAN yang sebenarnya ... Adalah apabila dia ABADI
Dan KEGAGALAN serta PENDERITAAN yang sebenarnya... Adalah apabila dia ABADI
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (perbuatan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan malapetaka. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kedurhakaan.
Kamis, 14 Oktober 2010
isi pesan fb
Macam-macam cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid, menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta selain kepada Allah swt.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
MENGASAH EMPATI
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ( Q.S. Al-Isro’ : 7 )
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja.
Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.
Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya.Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang.
Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia.
Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membukapintu, menahannya sebentar dan menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberat-kan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Kita lebih dulu.Mulailah sekarang juga.
Jangan pernah merasa malu atau rendah diri ketika kita baru bisa memberikan yang terkecil, tetapi ketahuilah mungkin itu kecil bagi kita tetapi sangat besar bagi mereka
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ . [رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah bersabda : Agama adalah nasehat ) ), kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya ). (Riwayat Bukhori dan Muslim)
islam berdiri tegk diatas upaya saling menasehati diantara masing3.individu muslim wa muslimat dan nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuan kita
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah swt) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah.
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya .
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah swt.
MEGA PROYEK 1 JUTA MANUSIA MALAIKAT
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang dibahagiakan Allah SWT,
Apa yang dalam benak orang mendengar Proyek 1 Juta Manuasia Malaikat tersebut ? jawabannya mungkin berbeda-beda.
Yang sinis akan berkomentar : ” ah ada-ada saja, mustahil itu terjadi !”
Yang ragu juga nyeletuk : ” mungkin aja kali, tapi .... gimana caranya ya ? ”.
Yang cuek ikutan ngomong : ” emang gue pikirin ! ”.
Yang mendukungpun banyak yang simpatik : ” gak ada yang mustahil, jika Allah SWT meridhoi ”.
Yang yakin dengan mantap bicara : ” take action, now ! “.
Sahabat, mengapa Program ini harus kita angkat bersama, dan mulai kita rintis saat ini ?
Mari coba kita kalkulasi bersama-sama,
Sudah Berjuta-juta Generasi kita yang menjadi korban pembunuhan perilaku dari berbagai Fenomena konser goyang Dangdut, Konser Musik, Pergaulan Bebas, Mafia Gelandangan Pengemis, Mafia Narkoba, Merebaknya Pornografi dan Pornoaksi !
Apakah para korban itu Menyadari ? atau bahkan menikmati ? atau jangan-jangan karena sebuah keterpaksaan atau ketidakpahaman mereka ? atau bisa jadi korban dari sebuah Sistem Hidup Keluarga, Masyarakat dan Negara ini !
Mungkinkah diantara mereka akan terus menerus tenggelam dalam fenomena itu ? atau bisa jadi diantara mereka banyak yang menginginkan KEMBALI kepada Fitrahnya namun dimana dan kepada siapa mereka harus mencurahkan kegalauan hatinya ?
Berjuta-juta Generasi kita belum mendapatkan Pelayanan Pendidikan dan Pembinaan yang SOLUTIF, Beribadah karena disuruh, Sekolah karena terpaksa, ke Perguruan Tinggi karena Gengsi dan ingin naik gaji, Bekerja karena malu dibilang mengannggur. Mahalnya biaya Pendidikan tidak identik dengan kualitas yang akan diperoleh. Apakah kita dan Generasi kita menyadari ? atau akan terus mengekori Sistem ini walau apapun yang terjadi ? namun kita yakin banyak diantara kita yang sedang mencari SOLUSI.
Berjuta-juta Generasi kita terbelit krisis ekonomi hingga sangat mudah untuk diprovokasi untuk menjadi Pahlawan-Pahlawan Pemimpi lalu bergabung dengan organisasi-organisasi yang SIAP MATI. Akankah kita biarkan Generasi ini akan mematikan dan mati tanpa arti, tapi kita yakin masih banyak Generasi kita yang menginginkan REVOLUSI SUCI tanpa harus banjir darah dan air mata di Negeri tercinta ini
Sahabat, dari Gambaran Besar Potensi Generasi kita maka tidak mustahil kalau satu tahun ini kita bisa memulai dengan 10 Relawan dan 100 Generasi. Kalau dengan Konsep 1 Relawan 10 Generasi per tahun, apa yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya ?
Tahun Pertama kita Upgrade dulu 10 Manusia Malaikat, Tahun kedua akan lahir 100 Relawan dan 1000 Generasi, tahun ketiga akan lahir 1.010 Relawan dan 10.100 Generasi , tahun keempat akan lahir 11.110 Relawan dan 111.100 Generasi, tahun kelima akan lahir 122.210 Relawan dan 1.122.100 Generasi, tahun keenam lahirlah 1 JUTA MANUSIA-MANUSIA MALAIKAT dari para RELAWAN DAN GENERASI tersebut dan akan terus-menerus menggurita jumlah dan loyalitasnya untuk mencerahkan seluruh Penduduk Negeri ini, Insya Allah
Siapakah Calon-calon Manusia Malaikat kita ? mereka adalah yang INGIN KEMBALI, yang sedang MENCARI SOLUSI, yang SIAP MATI di Jalan Ilahi dan yang merindukan akan adanya REVOLUSI SUCI.
Adapun Karakteristik dan Kompetensi yang akan kita bangun untuk para Calon Manusia Malaikat ini adalah mereka Laki-laki dan Perempuang yang :
1. Hafal dan Paham Al-Qur’an minimal 5 Juz ( Juz 29, 30 dan Surat Al-Baqoroh )
2. Mampu melaksanakan Ibadah Sholat Wajib dan Sunnah dengan sempurna.
3. Terbiasa dengan Ibadah Puasa Sunnah
4. Mampu menulis Arab, Huruf dan Angka dengan baik dan benar
5. Mampu Menghitung Cepat ( Operasi Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Pembagian )
6. Menguasai Ilmu Tahsin dan Tajwid
7. Mampu Menulis dan berbahasa Indoesia dengan Baik dan Benar ( Mampu melakukan Presentasi dan Membuat Karya Tulis )
8. Mampu berbicara minimal dengan 3 Bahasa Asing ( Arab, Inggris, Mandarin/Japan )
9. Mengusai Ilmu Komputer ( Mengetik Cepat 10 jari, Ms Windows, Ms Office, Internet , Teknisi Hardware dan Jaringan serta Web Progrmming )
10. Menguasai Ilmu Kedokteran Nabawi ( Thibun Nabawi )
11. Mampu melaksanakan Nubuwwah Sistem ( Sitem Hidup Kenabian )
- Senantiasa Bangun Malam untuk Sholat Tahajjut
- Senantiasa membaca dan memahami Al-Qur’an
- Senantiasa melakukan Zikir Pagi dan Petang
- Senantiasa Belajar dan Beibadah dengan Kesungguhan Hati
- Memiliki jiwa Kesabaran yang tangguh
- Memiliki sikap ketergantungan ( Tawakkal ) hanya kepada Allah
- Ingin selalu menjadi manusia terbaik dari waktu ke waktu
- Memiliki Jiwa Kemandirian dan Intrepreneur ynag handal
- Siap tampil ke Gelanggang Dakwah melalui Duplikasi Sistem
1. Mampu Menjahit pakaian ( minimal 20 Jenis Mode Syar’i ) --- Untuk Perempuan
2. Mampu Memasak ( minimal 50 Menu makanan ) --- Untuk Perempuan
3. Rajin Berseka diri dan Lingkungan --- Untuk Perempuan
4. Memiliki 3 Kesadaran Utama ( Kesadaran Beribadah, Kesadaran Berilmu dan Kesadaran Beramal Sholeh )
15 Karateristik dan Kompetensi inilah yang harus dimiliki oleh para Relawan kita yang selanjutnya harus diduplikasikan kepada Generasi Kita yang telah meridukan kehadiran mereka di berbagai tempat Jaringan Rumah Yatim Indonesia.
Lalu apa saja fasilitas dan daya dukung RYI untuk merealisaikan Program ini ?
Alhamdulillah dari hasil silaturrahim dan sinergi antar unit-unit jaringan kegiatan RYI, saat ini RYI memiliki fasilitas pendukung yaitu :
- Satu buah Camp Bahasa Asing ( Inggris, Mandarin dan Japan ) di Pare Kediri Jawa Timur
- Satu buah Camp Kewirausahaan di Klaten Jawa Tengah
- Satu buah Camp IT di Tasikmalaya Jawa Barat
- Satu buah Camp Konveksi di Banjarsari Jawa Barat
- 15 buah Camp Tahfidh Al-Qur’an dan Bahasa Arab
- Satu buah Pilot Project Islamic Home Schooling di Tasikmalaya yang akan menyempurnakan Sistem Kurikulum Pendidikan dan Pembinaan Calon-Calaon Manusia Malaikat yang memiliki 15 Karakteristik dan Kompetensi tersebut diatas.
- 1.500 anak asuh dan anak didik usia SD sampai SLTA yang tersebar di 20 unit kegiatan
Dan yang tidak kalah pentingnya dalam mensukseskan program ini adalah FAKTOR ANDA, yah..... Anda para Sahabat Facebooker Rumah Yatim Indonesia yang saat ini telah mencapai 140.000 member, RUTINITAS yang SEKECIL apapun dari partisipasi Anda adalah sangat-sangat berarti untuk kelangsungan Mega Proyek ini.
Kami tidak meminta yang Terbaik dan yang Terbesar dari Anda, Cukuplah APA YANG TERSISA di tangan Anda, akan kami kelola untuk mewujudkan Mega Proyek ini.
Namun jika Anda ingin memberikan Yang Terbaik Yang Paling Anda Cintai untuk menyempurnakan Keimanan dan Loyalitas Anda dihadapan Allah SWT dengan penuh ketulusan, Well Come, Please......!
Berapa Anggaran Biaya untuk merealisasikan Proyek 1 Juta Manusia Malaikat ini ?
Kalau Asumsinya 1 orang Relawan atau Generasi kita anggarkan Rp.10 Juta maka dalam 6 tahun untuk 1 Juta Generasi dibutuhkan Rp.10 Milyard , wow ? besar sekali !
Oh tidak itu sangat kecil jika dibandingkan kita buat Rumah Sakit Gratis atau Sekolah Unggulan yang Gratis, Berapa biaya gedungnya ? berapa biaya operasional tiap bulannya ? dan lain-lainnya ?
Dan akan semakin kecil sekali anggaran biayanya karena tugas kita hanya akan MENGUPGRADE 10 ORANG PERTAMA SAJA , dan selanjutnya 10 orang pertama ini masing-masing WAJIB MENDUPLIKASI dirinya ( Kompetensinya ) kepada 10 orang Generasi berikutnya secara Mandiri dengan cara yang sama yaitu Meng-Upgrade para Generasi kita ( Anak Asuh dan Anak Didik kita ) yang juga sedang memproses diri dengan Kurikulum yang sama, begitu seterusnya.
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik: bliau berkata
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim )
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah, maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid, menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta selain kepada Allah swt.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
MENGASAH EMPATI
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ( Q.S. Al-Isro’ : 7 )
Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja.
Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.
Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya.Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang.
Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia.
Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membukapintu, menahannya sebentar dan menoleh ke belakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberat-kan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Kita lebih dulu.Mulailah sekarang juga.
Jangan pernah merasa malu atau rendah diri ketika kita baru bisa memberikan yang terkecil, tetapi ketahuilah mungkin itu kecil bagi kita tetapi sangat besar bagi mereka
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ . [رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah bersabda : Agama adalah nasehat ) ), kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya ). (Riwayat Bukhori dan Muslim)
islam berdiri tegk diatas upaya saling menasehati diantara masing3.individu muslim wa muslimat dan nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuan kita
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah swt) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah.
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya .
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah swt.
MEGA PROYEK 1 JUTA MANUSIA MALAIKAT
Sahabat Sukses Rumah Yatim Indonesia yang dibahagiakan Allah SWT,
Apa yang dalam benak orang mendengar Proyek 1 Juta Manuasia Malaikat tersebut ? jawabannya mungkin berbeda-beda.
Yang sinis akan berkomentar : ” ah ada-ada saja, mustahil itu terjadi !”
Yang ragu juga nyeletuk : ” mungkin aja kali, tapi .... gimana caranya ya ? ”.
Yang cuek ikutan ngomong : ” emang gue pikirin ! ”.
Yang mendukungpun banyak yang simpatik : ” gak ada yang mustahil, jika Allah SWT meridhoi ”.
Yang yakin dengan mantap bicara : ” take action, now ! “.
Sahabat, mengapa Program ini harus kita angkat bersama, dan mulai kita rintis saat ini ?
Mari coba kita kalkulasi bersama-sama,
Sudah Berjuta-juta Generasi kita yang menjadi korban pembunuhan perilaku dari berbagai Fenomena konser goyang Dangdut, Konser Musik, Pergaulan Bebas, Mafia Gelandangan Pengemis, Mafia Narkoba, Merebaknya Pornografi dan Pornoaksi !
Apakah para korban itu Menyadari ? atau bahkan menikmati ? atau jangan-jangan karena sebuah keterpaksaan atau ketidakpahaman mereka ? atau bisa jadi korban dari sebuah Sistem Hidup Keluarga, Masyarakat dan Negara ini !
Mungkinkah diantara mereka akan terus menerus tenggelam dalam fenomena itu ? atau bisa jadi diantara mereka banyak yang menginginkan KEMBALI kepada Fitrahnya namun dimana dan kepada siapa mereka harus mencurahkan kegalauan hatinya ?
Berjuta-juta Generasi kita belum mendapatkan Pelayanan Pendidikan dan Pembinaan yang SOLUTIF, Beribadah karena disuruh, Sekolah karena terpaksa, ke Perguruan Tinggi karena Gengsi dan ingin naik gaji, Bekerja karena malu dibilang mengannggur. Mahalnya biaya Pendidikan tidak identik dengan kualitas yang akan diperoleh. Apakah kita dan Generasi kita menyadari ? atau akan terus mengekori Sistem ini walau apapun yang terjadi ? namun kita yakin banyak diantara kita yang sedang mencari SOLUSI.
Berjuta-juta Generasi kita terbelit krisis ekonomi hingga sangat mudah untuk diprovokasi untuk menjadi Pahlawan-Pahlawan Pemimpi lalu bergabung dengan organisasi-organisasi yang SIAP MATI. Akankah kita biarkan Generasi ini akan mematikan dan mati tanpa arti, tapi kita yakin masih banyak Generasi kita yang menginginkan REVOLUSI SUCI tanpa harus banjir darah dan air mata di Negeri tercinta ini
Sahabat, dari Gambaran Besar Potensi Generasi kita maka tidak mustahil kalau satu tahun ini kita bisa memulai dengan 10 Relawan dan 100 Generasi. Kalau dengan Konsep 1 Relawan 10 Generasi per tahun, apa yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya ?
Tahun Pertama kita Upgrade dulu 10 Manusia Malaikat, Tahun kedua akan lahir 100 Relawan dan 1000 Generasi, tahun ketiga akan lahir 1.010 Relawan dan 10.100 Generasi , tahun keempat akan lahir 11.110 Relawan dan 111.100 Generasi, tahun kelima akan lahir 122.210 Relawan dan 1.122.100 Generasi, tahun keenam lahirlah 1 JUTA MANUSIA-MANUSIA MALAIKAT dari para RELAWAN DAN GENERASI tersebut dan akan terus-menerus menggurita jumlah dan loyalitasnya untuk mencerahkan seluruh Penduduk Negeri ini, Insya Allah
Siapakah Calon-calon Manusia Malaikat kita ? mereka adalah yang INGIN KEMBALI, yang sedang MENCARI SOLUSI, yang SIAP MATI di Jalan Ilahi dan yang merindukan akan adanya REVOLUSI SUCI.
Adapun Karakteristik dan Kompetensi yang akan kita bangun untuk para Calon Manusia Malaikat ini adalah mereka Laki-laki dan Perempuang yang :
1. Hafal dan Paham Al-Qur’an minimal 5 Juz ( Juz 29, 30 dan Surat Al-Baqoroh )
2. Mampu melaksanakan Ibadah Sholat Wajib dan Sunnah dengan sempurna.
3. Terbiasa dengan Ibadah Puasa Sunnah
4. Mampu menulis Arab, Huruf dan Angka dengan baik dan benar
5. Mampu Menghitung Cepat ( Operasi Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan Pembagian )
6. Menguasai Ilmu Tahsin dan Tajwid
7. Mampu Menulis dan berbahasa Indoesia dengan Baik dan Benar ( Mampu melakukan Presentasi dan Membuat Karya Tulis )
8. Mampu berbicara minimal dengan 3 Bahasa Asing ( Arab, Inggris, Mandarin/Japan )
9. Mengusai Ilmu Komputer ( Mengetik Cepat 10 jari, Ms Windows, Ms Office, Internet , Teknisi Hardware dan Jaringan serta Web Progrmming )
10. Menguasai Ilmu Kedokteran Nabawi ( Thibun Nabawi )
11. Mampu melaksanakan Nubuwwah Sistem ( Sitem Hidup Kenabian )
- Senantiasa Bangun Malam untuk Sholat Tahajjut
- Senantiasa membaca dan memahami Al-Qur’an
- Senantiasa melakukan Zikir Pagi dan Petang
- Senantiasa Belajar dan Beibadah dengan Kesungguhan Hati
- Memiliki jiwa Kesabaran yang tangguh
- Memiliki sikap ketergantungan ( Tawakkal ) hanya kepada Allah
- Ingin selalu menjadi manusia terbaik dari waktu ke waktu
- Memiliki Jiwa Kemandirian dan Intrepreneur ynag handal
- Siap tampil ke Gelanggang Dakwah melalui Duplikasi Sistem
1. Mampu Menjahit pakaian ( minimal 20 Jenis Mode Syar’i ) --- Untuk Perempuan
2. Mampu Memasak ( minimal 50 Menu makanan ) --- Untuk Perempuan
3. Rajin Berseka diri dan Lingkungan --- Untuk Perempuan
4. Memiliki 3 Kesadaran Utama ( Kesadaran Beribadah, Kesadaran Berilmu dan Kesadaran Beramal Sholeh )
15 Karateristik dan Kompetensi inilah yang harus dimiliki oleh para Relawan kita yang selanjutnya harus diduplikasikan kepada Generasi Kita yang telah meridukan kehadiran mereka di berbagai tempat Jaringan Rumah Yatim Indonesia.
Lalu apa saja fasilitas dan daya dukung RYI untuk merealisaikan Program ini ?
Alhamdulillah dari hasil silaturrahim dan sinergi antar unit-unit jaringan kegiatan RYI, saat ini RYI memiliki fasilitas pendukung yaitu :
- Satu buah Camp Bahasa Asing ( Inggris, Mandarin dan Japan ) di Pare Kediri Jawa Timur
- Satu buah Camp Kewirausahaan di Klaten Jawa Tengah
- Satu buah Camp IT di Tasikmalaya Jawa Barat
- Satu buah Camp Konveksi di Banjarsari Jawa Barat
- 15 buah Camp Tahfidh Al-Qur’an dan Bahasa Arab
- Satu buah Pilot Project Islamic Home Schooling di Tasikmalaya yang akan menyempurnakan Sistem Kurikulum Pendidikan dan Pembinaan Calon-Calaon Manusia Malaikat yang memiliki 15 Karakteristik dan Kompetensi tersebut diatas.
- 1.500 anak asuh dan anak didik usia SD sampai SLTA yang tersebar di 20 unit kegiatan
Dan yang tidak kalah pentingnya dalam mensukseskan program ini adalah FAKTOR ANDA, yah..... Anda para Sahabat Facebooker Rumah Yatim Indonesia yang saat ini telah mencapai 140.000 member, RUTINITAS yang SEKECIL apapun dari partisipasi Anda adalah sangat-sangat berarti untuk kelangsungan Mega Proyek ini.
Kami tidak meminta yang Terbaik dan yang Terbesar dari Anda, Cukuplah APA YANG TERSISA di tangan Anda, akan kami kelola untuk mewujudkan Mega Proyek ini.
Namun jika Anda ingin memberikan Yang Terbaik Yang Paling Anda Cintai untuk menyempurnakan Keimanan dan Loyalitas Anda dihadapan Allah SWT dengan penuh ketulusan, Well Come, Please......!
Berapa Anggaran Biaya untuk merealisasikan Proyek 1 Juta Manusia Malaikat ini ?
Kalau Asumsinya 1 orang Relawan atau Generasi kita anggarkan Rp.10 Juta maka dalam 6 tahun untuk 1 Juta Generasi dibutuhkan Rp.10 Milyard , wow ? besar sekali !
Oh tidak itu sangat kecil jika dibandingkan kita buat Rumah Sakit Gratis atau Sekolah Unggulan yang Gratis, Berapa biaya gedungnya ? berapa biaya operasional tiap bulannya ? dan lain-lainnya ?
Dan akan semakin kecil sekali anggaran biayanya karena tugas kita hanya akan MENGUPGRADE 10 ORANG PERTAMA SAJA , dan selanjutnya 10 orang pertama ini masing-masing WAJIB MENDUPLIKASI dirinya ( Kompetensinya ) kepada 10 orang Generasi berikutnya secara Mandiri dengan cara yang sama yaitu Meng-Upgrade para Generasi kita ( Anak Asuh dan Anak Didik kita ) yang juga sedang memproses diri dengan Kurikulum yang sama, begitu seterusnya.
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik: bliau berkata
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim )
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah, maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Barangkali ada yang berminat, kami tawarkan 2 kamera bagus, masih ada garansi. Kedua kamera ini ada di Pekanbaru:
1. Pentax K-x (DSLR) + lensa 18-55 + 55-300 mm
Pembelian Agustus 2010, garansi resmi Indonesia. sudah updated firmware 1.1. Alasan dijual: mau upgrade ke Pentax K-5 + lensa 18-250 mm. Harga: Rp 6.000.000 (belum termasuk ongkos kirim)
2. Canon SX-20 IS (prosumer) + memory 4 GB + flash 270EX + filter UV Kenko + CPL Marumi + Lowepro 100 AW. Alasan dijual: sudah ada Canon 50D. Harga: Rp 4.000.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Kedua item tersebut dijual sepaket, tidak terpisah-pisah. Harga sudah dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Tidak mahal.
Terima kasih untuk perhatiannya.
sebelum na aq mw mnjawab teka teki yang kemarin aq kasi.....!!
jwaban na
"sama sama ngak jual bakso"
nie ad beberapa tekateki yang baru...
babak pertama tetang telur....!!
1.Barang apa yang lebih berguna setelah pecah?
2.Ayam apa yang bertelur di mana aja?
3.Telor apa yang paling enak?
4.Telor apa yang sangar?
5.Telor asin takut ama sapa?
6.Telor puyuh takut ama sapa?
buah nangka buah manggis...
gak nyangka qta ktemu lagie....
nah hari inie ovie nie mw ngasih tips ntux jadi gaul....
nie bagie teman2 qu yang ingin tampil cool didepan kekasih nya gitu ato didepan sobat....
hehehe....
nie dia 10 TiPS GauL SuKSeS....
1.Soal penampilan gak perlu glamour dan mahal,yg penting bersih,rapi dan tentu aja wangi.Krn orang akan betah berlama² dgn orang yg terlihat apik dan wangi.
2.Jangan terlalu mahal mengucapkan kata² 'maaf,tolong dan terima kasih'.Krn kunci dari sebuah pergaulan adl pandai² kita menata tutur bahasa.Kt 'maaf' menunjukkan diri km rendah hati dan gak mau menyakiti hati orang lain.Kt 'tolong' menunjukkan klo km selalu mensejajarkan diri dgn orang lain,siapapun dia.Kt 'terima kasih' menunjukkan klo diri km adl orang yg pandai berterima kasih dan menghargai orang lain.
3.Jauhi segala macam obat²an psikotropika dan rokok.Jangan terpancing bila ada yg bilang km gak gaul,lantaran gak ngerokok ato ngedrugs.Ingat,gaul yg sehat adl otak dan pikiran kita bersih,sehat lahir batin.Sapa yg mau gaul ama orang yg kelihatan lesu dan gak ada semangat.Soal rokok,km pasti tau dong akibatnya buat paru² dan kantongmu.
4.Ringan tangan.Maksudnya,km dgn sukarela dan senang hati membantu tmn yg emang sdg perlu pertolongan.Gak cuma materi lho.Km jg bisa mjd tmn curhat dia yg baik.
5.Kurangi jutek dan tebarkan senyum.Klo selama ini km gampang marah dan jutek,kurangi emosi km.Coba kendalikan urat marahmu dgn lebih banyak menebar senyum.Usahakan km yg menyapa duluan dgn menyebut namanya.Dijamin deh,tmnmu akan bersimpati padamu.
6.Selalu datang bila tmn²mu mengundang.Krn bila km selalu respek,mereka menyimpulkan klo km tuh orangnya perhatian bgt.
7.Selalu on time bila janjian dgn siapapun.Selama ini mungkin lbh sering mereka yg menunggu km,usahakan km yg menunggu mereka.
8.Jangan lupa nama temen² km.Usahakan mengingat nama² mereka.Maksudnya,pd temen yg jarang ketemu,kenalan baru dan temen lama.Dijamin,bila km masih mengingat nama,mereka gembira dan merasa dirinya paling penting bagimu.
9.Usahakan jangan terlalu banyak komentar ttg temen² km.Biasanya,gara² banyak komen,gak sengaja km menyinggung perasaan temen.Maksud hati ingin bercanda,tp klo yg mendengarkan kebetulan sdg sensitif,bisa berabe.Bisa² jadi berkurang deh,temenmu.
10.Selalu positive thinking ttg orang lain.jangan belum apa² udah berprasangka buruk.Selain belom tentu bener,rasa curigamu yg berlebihan cuma bikin wajahmu jelek dan capek hati.
moga dngan tips nie klian bsa brubah dikarnakan kalian sendiri nya dan tidak meniru orang lain....
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."
Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.".
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat sudah memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat kepada Rasulullah S.A.W.
Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.dan slau bershalawt atas nabi muhammad saw.
Buah cinta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.”
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya dan muhammad rasululullah saw. juga sempurna.”
rasulullah saw.bersabda:
لا يؤ من احد كم حتى اكون أحب اليه من ماله وولده والنّاس أجمعين
Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat.
Kalau ada yang mau menembus universitas negri malang (ex.ikip malang) silakan dicoba dan semoga berhasil.
salam
ronny
-----------
PENGUMUMAN
Nomor : 5404/H32/KP/2010
tentang
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2010
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 196/MPN/KP/2010 tanggal 5 Oktober 2010, dan hasil rapat teknis kepegawaian tanggal 4 s.d. 6 Oktober 2010, Universitas Negeri Malang akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil sejumlah 21 (dua puluh satu orang), dengan rincian sebagai berikut.
NO. GOL/RUANG TINGKAT PENDIDIKAN KODE KUALIFIKASI AKADEMIK KUALIFIKASI AKADEMIK JABATAN JUMLAH FORMASI PENEMPATAN
1. III/b S2 0877004 Bimbingan Konseling Dosen 1 FIP
2. III/b S2 0887007 Psikologi Dosen 1 FIP
3. III/b S2 0867036 Linguistik Dosen 1 FS
4. III/b S2 0877027 Pendidikan Bahasa Jerman *) Dosen 1 FS
5. III/b S2 0877049 Pendidikan Matematika *) Dosen 2 FMIPA
6. III/b S2 0827001 Akuntansi *) Dosen 3 FE
7. III/b S2 0877065 Pendidikan Teknik Mesin *) Dosen 1 FT
8. III/b S2 0707004 Kedokteran Olahraga Dosen 1 FIK
9. III/b S1 (Profesi) 0687004 Dokter Umum Dosen 1 FIK
10. III/b S2 0837050 /0837009 Sosiologi / Antroplogi Dosen 1 FIS
11. III/a S1 0545018 Teknik Informatika dan Komputer Teknisi 1 UPT Perpust
12. III/a S1/AIV 0606002 Bimbingan dan Konseling Teknisi 1 FIP
13. III/a S1/AIV 0656002 Pendidikan Tata Boga Teknisi 1 FT
14. III/a S1 0365001 Akuntansi Teknisi 1 FIK
15. II/c DIII 0233013 Teknik & Manajemen Informatika Teknisi 1 BAUK
16. II/c DIII 0233016 Teknik Pemrograman Teknisi 1 PTIK
17. II/c DIII 0233019 Teknik dan Sistem Informatika Teknisi 1 FIS
18. II/c DIII 0073004 Akuntansi Teknisi 1 BAAKPSI
Seorang sahabat yg mampu membantu di dlm berbagai cara
1. Ia melindungi sahabatnya yg lengah
2. Ia melindungi barang berharga sahabatnya yg lengah
3. Apabila ada bahaya, ia dapat memberikan pertolongan.
4. Apabila ada suatu pekerjaan yg akan dilakukan, ia membantu dgn menawarkan lebih banyak bantuan daripada yang diminta.
Seorang sahabat yg mempunyai rasa simpatik di dalam suka maupun di dlm duka
1. Ia membuka hal2 rahasia mengenai dirinya kepada sahabatnya
2. Ia menjaga rahasia sahabatnya, dan tidak membiarkan bocor.
3. Ia tidak meninggalkan sahabatnya pd saat sahabtanya sdg mengalami bnyk kesusahan
4. Ia mungkin bahkan mengorbankan hidupnya demi sahabatnya.
Seorang sahabat yg memperkenalkan kita pada hal-hal yg berguna
1. Ia mencegah kita untuk berbuat jahat
2. Ia menganjurkan kita untuk berbuat hal2 yg baik
3. Ia memberitahukan kepada kita tentang hal2 yg belum pernah kita dengar sebelumnya.
4. Ia memberitahukan kepada kita bagaimana untuk mendapatkan kebahagiaan
Seorang sahabat yg memiliki perasaan bersahabat
1. Ia ikut merasakan duka ketika sahabatnya menderita
2. Ia ikut merasakan suka ketika sahabatnya berbahagia
3. Ia menghadapi mereka yang mencela sahabatnya
4. Ia membenarkan mereka yg memuji sahabatnya.
Salam Persahabatan____
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL WALAU KITA MISKIN
“ Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mmenempuh jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan ke jalan Ku, dan sesungguhnya Allah beserta orang yang berbuat baik” ( QS.Al’Ankabut (29) :69 )
Sahabat sukses Rumah Yatim Indonesia Yang dimuliakan Allah SWT, betapa seringkali kita ingin berbuat kebaikan yang lebih besar untuk merubah pola hidup kita agar lebih berarti bagi banyak orang, namun sebelum berbuat kita keluh kesah dan berbagai alasan menghampiri kita agar kita tidak jadi atau minimal ragu atau lebih lambat dalam bertindak, ketahuilah itulah bisikan-bisikan Setan yang akan senantiasa menghalangi cita-cita kita.
Batapa santainya kita dalam proses belajar hingga tak terasa waktu belajar telah habis, betapa tidak sepenuh hati kita dalam bekerja tiba-tiba kerjaan menumpuk dan waktupun berlalu, betapa tidak seriusnya kita mendidik anak tiba-tiba anakpun telah dewasa dam belum menemukan jatidirinya, betapa kurang pedulinya kita dengan kedua orangtua kita tiba-tiba keduanya telah meninggalkan kita, betapa…. Betapa…..
Alkisah, disebuah desa miskin ada satu sekolah dasar. Hanya sedikit muridnya karena kebanyakan anak-anak di desa itu membantu orang tuanya mencari nafkah.
Suatu hari,satu-satunya guru yang ada di sekolah itu sedang memberi pelajaran mengarang . setelah menjelaskan cara-cara mengarang cerita, si guru memberikan pekerjaan rumah. ” Anak-anak, pekerjaan rumah hari ini adalah mengarang dengan judul cita-citaku, besok, hasil karangan kalian dibaca di depan kelas satu per satu…” .
Keesokan harinya, murid-murid maju ke depan kelas dan membacakan karanganya masing-masing. Kebanyakan dari mereka bercita-cita menjadi guru, petani,atau pegawai pemerintah,dll. sang guru selalu manggut-manggut tanda setuju.
Lalu tiba giliran seorang murid yang paling muda usianya. bajunya tambal sulam, tubuhnya kurus kecil, tapi suaranya sangat lantang. ” kalau besar nanti, aku ingin punya rumah besar diatas bukit dengan pemandangan yang indah berdampingan dengan pondok-pondok kecil di sekelilingnya untuk tempat peristirahatan.
Berderet pohon cemara dan pohon pohon yang rindang, di antara rumah-rumah itu.ada taman bunga tertata apik dan beraneka bunga dan warna. ada kebun buah lezat yang bisa dipetik oleh penghuni rumah dan penduduk di sekitarnya.
Saya ingin jadi orang sukses dan bahagia bersama keluarga besar dan para tamu yang datang di sana…”.
Mendengar suara lantang si murid kecil itu, kontan seisi kelas tertawa bersamaan.” Dasar pemimpi…!” ejek murid yang lain , mereka mencemooh si murid kecil.
Melihat ke gaduhan itu si guru itu marah-marah.ia mengangap,biang kerak kegaduhan itu adalah si murid kecil. Si guru menegurnya, ” yang kamu tulis itu bukan cita-cita, tapi itu impian yang tidak mungkin terjadi, pokoknya mamu harus tulis ulang tentang cita-citamu yang sebenarnya,” perintah sang guru. “Guru, ini adalah cita-citaku yang sebenarnya.ini bukan hanya mimpi, ini bisa menjadi kenyataan,” murid kecil bersikeras.
”Heh… kamu hidup di desa yang miskin, keluargamu juga keluarga miskin.bagaimana kamu akan mewujudkan cita-cita seperti itu? Dasar pemimpi...! buat karangan yang masuk akal saja!” teriak si guru mulai tidak sabar.
” Aku tidak mau cita-cita yang lain. Ini cita-citaku tidak ada yang lain…,”si murid kecil ngotot. ” besok kamu harus bawa karangan yang baru jika kamu tidak perbaiki karanganmu itu, kamu akan mendapat nilai jelek,”si guru mulai mengancam. Namun keesokan harinya,si murid kecil ke sekolah tanpa membawa karangan baru. Walau di ancam dan di pemalukan seperti itu,dia tetap pada cita-citanya semula.
Karena sikapnya yang keras kepala dan tidak mau mengikuti perintah guru, akhirnya ia mendapat nilai paling jelek di kelas.
Tanpa terasa waktu terus berjalan. Tiga puluh tahun kemudian, si guru masih tetap mengajar di sekolah dasar itu. Suatu hari,ia mengajak murid-muridnya belajar sambil berwisata ke sebuah kebun buah dia atas bukit yang sangat terkenal. Kebun buah itu berada di desa tetangga, tidak seberapa jauh dari desa tempat mereka tinggal.
Sesampai di kebun buah yang luas dan indah itu, si guru dan murid-muridnya berdecak kagum. Kebun buah itu ternyata dilengkapi dengan sebuah rumah besar bak istana.tinggi menjulang, megah, dan sangat indah arsitekturnya. “ Orang yang membangun istana ini pastilah orang yang sangat hebat…,” gumam si guru terkagum-kagum.
Tiba-tiba terdengar jawaban. “ Bukan orang hebat yang membangun rumah ini… hanya seorang murid bandel yang berani bermimpi punya cita-cita yang besar, pasti, yang lebih hebat adalah guru yang dulu mendidik bocah bandel itu… Mari masuk ke dalam rumah, pak , kita nikmati teh dan buah-buahan terbaik dari kebun ini…,” ujar si pemilik rumah itu dengan ramah.
Mendengar ucapan itu, mendadak si guru terpana dan teringat siapa yang berdiri di depannya. Dia adalah si murid kecil yang keras kepala yang mendapat nilai jelek waktu itu. Sekarang dia telah menjelma menjadi pengusaha yang sangat sukses. Matanya berkaca-kaca, merasa bersyukur sekaligus menahan malu karena 30 tahun yang lalu dirinya melecehkan cita-cita anak itu.
Sahabat, perubahan besar terjadi karena ada orang-orang kecil yang tangguh dan pantang menyerah.
1. Pentax K-x (DSLR) + lensa 18-55 + 55-300 mm
Pembelian Agustus 2010, garansi resmi Indonesia. sudah updated firmware 1.1. Alasan dijual: mau upgrade ke Pentax K-5 + lensa 18-250 mm. Harga: Rp 6.000.000 (belum termasuk ongkos kirim)
2. Canon SX-20 IS (prosumer) + memory 4 GB + flash 270EX + filter UV Kenko + CPL Marumi + Lowepro 100 AW. Alasan dijual: sudah ada Canon 50D. Harga: Rp 4.000.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Kedua item tersebut dijual sepaket, tidak terpisah-pisah. Harga sudah dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Tidak mahal.
Terima kasih untuk perhatiannya.
sebelum na aq mw mnjawab teka teki yang kemarin aq kasi.....!!
jwaban na
"sama sama ngak jual bakso"
nie ad beberapa tekateki yang baru...
babak pertama tetang telur....!!
1.Barang apa yang lebih berguna setelah pecah?
2.Ayam apa yang bertelur di mana aja?
3.Telor apa yang paling enak?
4.Telor apa yang sangar?
5.Telor asin takut ama sapa?
6.Telor puyuh takut ama sapa?
buah nangka buah manggis...
gak nyangka qta ktemu lagie....
nah hari inie ovie nie mw ngasih tips ntux jadi gaul....
nie bagie teman2 qu yang ingin tampil cool didepan kekasih nya gitu ato didepan sobat....
hehehe....
nie dia 10 TiPS GauL SuKSeS....
1.Soal penampilan gak perlu glamour dan mahal,yg penting bersih,rapi dan tentu aja wangi.Krn orang akan betah berlama² dgn orang yg terlihat apik dan wangi.
2.Jangan terlalu mahal mengucapkan kata² 'maaf,tolong dan terima kasih'.Krn kunci dari sebuah pergaulan adl pandai² kita menata tutur bahasa.Kt 'maaf' menunjukkan diri km rendah hati dan gak mau menyakiti hati orang lain.Kt 'tolong' menunjukkan klo km selalu mensejajarkan diri dgn orang lain,siapapun dia.Kt 'terima kasih' menunjukkan klo diri km adl orang yg pandai berterima kasih dan menghargai orang lain.
3.Jauhi segala macam obat²an psikotropika dan rokok.Jangan terpancing bila ada yg bilang km gak gaul,lantaran gak ngerokok ato ngedrugs.Ingat,gaul yg sehat adl otak dan pikiran kita bersih,sehat lahir batin.Sapa yg mau gaul ama orang yg kelihatan lesu dan gak ada semangat.Soal rokok,km pasti tau dong akibatnya buat paru² dan kantongmu.
4.Ringan tangan.Maksudnya,km dgn sukarela dan senang hati membantu tmn yg emang sdg perlu pertolongan.Gak cuma materi lho.Km jg bisa mjd tmn curhat dia yg baik.
5.Kurangi jutek dan tebarkan senyum.Klo selama ini km gampang marah dan jutek,kurangi emosi km.Coba kendalikan urat marahmu dgn lebih banyak menebar senyum.Usahakan km yg menyapa duluan dgn menyebut namanya.Dijamin deh,tmnmu akan bersimpati padamu.
6.Selalu datang bila tmn²mu mengundang.Krn bila km selalu respek,mereka menyimpulkan klo km tuh orangnya perhatian bgt.
7.Selalu on time bila janjian dgn siapapun.Selama ini mungkin lbh sering mereka yg menunggu km,usahakan km yg menunggu mereka.
8.Jangan lupa nama temen² km.Usahakan mengingat nama² mereka.Maksudnya,pd temen yg jarang ketemu,kenalan baru dan temen lama.Dijamin,bila km masih mengingat nama,mereka gembira dan merasa dirinya paling penting bagimu.
9.Usahakan jangan terlalu banyak komentar ttg temen² km.Biasanya,gara² banyak komen,gak sengaja km menyinggung perasaan temen.Maksud hati ingin bercanda,tp klo yg mendengarkan kebetulan sdg sensitif,bisa berabe.Bisa² jadi berkurang deh,temenmu.
10.Selalu positive thinking ttg orang lain.jangan belum apa² udah berprasangka buruk.Selain belom tentu bener,rasa curigamu yg berlebihan cuma bikin wajahmu jelek dan capek hati.
moga dngan tips nie klian bsa brubah dikarnakan kalian sendiri nya dan tidak meniru orang lain....
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."
Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.".
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat sudah memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat kepada Rasulullah S.A.W.
Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.dan slau bershalawt atas nabi muhammad saw.
Buah cinta
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.”
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya dan muhammad rasululullah saw. juga sempurna.”
rasulullah saw.bersabda:
لا يؤ من احد كم حتى اكون أحب اليه من ماله وولده والنّاس أجمعين
Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat.
Kalau ada yang mau menembus universitas negri malang (ex.ikip malang) silakan dicoba dan semoga berhasil.
salam
ronny
-----------
PENGUMUMAN
Nomor : 5404/H32/KP/2010
tentang
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2010
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 196/MPN/KP/2010 tanggal 5 Oktober 2010, dan hasil rapat teknis kepegawaian tanggal 4 s.d. 6 Oktober 2010, Universitas Negeri Malang akan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil sejumlah 21 (dua puluh satu orang), dengan rincian sebagai berikut.
NO. GOL/RUANG TINGKAT PENDIDIKAN KODE KUALIFIKASI AKADEMIK KUALIFIKASI AKADEMIK JABATAN JUMLAH FORMASI PENEMPATAN
1. III/b S2 0877004 Bimbingan Konseling Dosen 1 FIP
2. III/b S2 0887007 Psikologi Dosen 1 FIP
3. III/b S2 0867036 Linguistik Dosen 1 FS
4. III/b S2 0877027 Pendidikan Bahasa Jerman *) Dosen 1 FS
5. III/b S2 0877049 Pendidikan Matematika *) Dosen 2 FMIPA
6. III/b S2 0827001 Akuntansi *) Dosen 3 FE
7. III/b S2 0877065 Pendidikan Teknik Mesin *) Dosen 1 FT
8. III/b S2 0707004 Kedokteran Olahraga Dosen 1 FIK
9. III/b S1 (Profesi) 0687004 Dokter Umum Dosen 1 FIK
10. III/b S2 0837050 /0837009 Sosiologi / Antroplogi Dosen 1 FIS
11. III/a S1 0545018 Teknik Informatika dan Komputer Teknisi 1 UPT Perpust
12. III/a S1/AIV 0606002 Bimbingan dan Konseling Teknisi 1 FIP
13. III/a S1/AIV 0656002 Pendidikan Tata Boga Teknisi 1 FT
14. III/a S1 0365001 Akuntansi Teknisi 1 FIK
15. II/c DIII 0233013 Teknik & Manajemen Informatika Teknisi 1 BAUK
16. II/c DIII 0233016 Teknik Pemrograman Teknisi 1 PTIK
17. II/c DIII 0233019 Teknik dan Sistem Informatika Teknisi 1 FIS
18. II/c DIII 0073004 Akuntansi Teknisi 1 BAAKPSI
Seorang sahabat yg mampu membantu di dlm berbagai cara
1. Ia melindungi sahabatnya yg lengah
2. Ia melindungi barang berharga sahabatnya yg lengah
3. Apabila ada bahaya, ia dapat memberikan pertolongan.
4. Apabila ada suatu pekerjaan yg akan dilakukan, ia membantu dgn menawarkan lebih banyak bantuan daripada yang diminta.
Seorang sahabat yg mempunyai rasa simpatik di dalam suka maupun di dlm duka
1. Ia membuka hal2 rahasia mengenai dirinya kepada sahabatnya
2. Ia menjaga rahasia sahabatnya, dan tidak membiarkan bocor.
3. Ia tidak meninggalkan sahabatnya pd saat sahabtanya sdg mengalami bnyk kesusahan
4. Ia mungkin bahkan mengorbankan hidupnya demi sahabatnya.
Seorang sahabat yg memperkenalkan kita pada hal-hal yg berguna
1. Ia mencegah kita untuk berbuat jahat
2. Ia menganjurkan kita untuk berbuat hal2 yg baik
3. Ia memberitahukan kepada kita tentang hal2 yg belum pernah kita dengar sebelumnya.
4. Ia memberitahukan kepada kita bagaimana untuk mendapatkan kebahagiaan
Seorang sahabat yg memiliki perasaan bersahabat
1. Ia ikut merasakan duka ketika sahabatnya menderita
2. Ia ikut merasakan suka ketika sahabatnya berbahagia
3. Ia menghadapi mereka yang mencela sahabatnya
4. Ia membenarkan mereka yg memuji sahabatnya.
Salam Persahabatan____
TIDAK ADA YANG MUSTAHIL WALAU KITA MISKIN
“ Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mmenempuh jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan ke jalan Ku, dan sesungguhnya Allah beserta orang yang berbuat baik” ( QS.Al’Ankabut (29) :69 )
Sahabat sukses Rumah Yatim Indonesia Yang dimuliakan Allah SWT, betapa seringkali kita ingin berbuat kebaikan yang lebih besar untuk merubah pola hidup kita agar lebih berarti bagi banyak orang, namun sebelum berbuat kita keluh kesah dan berbagai alasan menghampiri kita agar kita tidak jadi atau minimal ragu atau lebih lambat dalam bertindak, ketahuilah itulah bisikan-bisikan Setan yang akan senantiasa menghalangi cita-cita kita.
Batapa santainya kita dalam proses belajar hingga tak terasa waktu belajar telah habis, betapa tidak sepenuh hati kita dalam bekerja tiba-tiba kerjaan menumpuk dan waktupun berlalu, betapa tidak seriusnya kita mendidik anak tiba-tiba anakpun telah dewasa dam belum menemukan jatidirinya, betapa kurang pedulinya kita dengan kedua orangtua kita tiba-tiba keduanya telah meninggalkan kita, betapa…. Betapa…..
Alkisah, disebuah desa miskin ada satu sekolah dasar. Hanya sedikit muridnya karena kebanyakan anak-anak di desa itu membantu orang tuanya mencari nafkah.
Suatu hari,satu-satunya guru yang ada di sekolah itu sedang memberi pelajaran mengarang . setelah menjelaskan cara-cara mengarang cerita, si guru memberikan pekerjaan rumah. ” Anak-anak, pekerjaan rumah hari ini adalah mengarang dengan judul cita-citaku, besok, hasil karangan kalian dibaca di depan kelas satu per satu…” .
Keesokan harinya, murid-murid maju ke depan kelas dan membacakan karanganya masing-masing. Kebanyakan dari mereka bercita-cita menjadi guru, petani,atau pegawai pemerintah,dll. sang guru selalu manggut-manggut tanda setuju.
Lalu tiba giliran seorang murid yang paling muda usianya. bajunya tambal sulam, tubuhnya kurus kecil, tapi suaranya sangat lantang. ” kalau besar nanti, aku ingin punya rumah besar diatas bukit dengan pemandangan yang indah berdampingan dengan pondok-pondok kecil di sekelilingnya untuk tempat peristirahatan.
Berderet pohon cemara dan pohon pohon yang rindang, di antara rumah-rumah itu.ada taman bunga tertata apik dan beraneka bunga dan warna. ada kebun buah lezat yang bisa dipetik oleh penghuni rumah dan penduduk di sekitarnya.
Saya ingin jadi orang sukses dan bahagia bersama keluarga besar dan para tamu yang datang di sana…”.
Mendengar suara lantang si murid kecil itu, kontan seisi kelas tertawa bersamaan.” Dasar pemimpi…!” ejek murid yang lain , mereka mencemooh si murid kecil.
Melihat ke gaduhan itu si guru itu marah-marah.ia mengangap,biang kerak kegaduhan itu adalah si murid kecil. Si guru menegurnya, ” yang kamu tulis itu bukan cita-cita, tapi itu impian yang tidak mungkin terjadi, pokoknya mamu harus tulis ulang tentang cita-citamu yang sebenarnya,” perintah sang guru. “Guru, ini adalah cita-citaku yang sebenarnya.ini bukan hanya mimpi, ini bisa menjadi kenyataan,” murid kecil bersikeras.
”Heh… kamu hidup di desa yang miskin, keluargamu juga keluarga miskin.bagaimana kamu akan mewujudkan cita-cita seperti itu? Dasar pemimpi...! buat karangan yang masuk akal saja!” teriak si guru mulai tidak sabar.
” Aku tidak mau cita-cita yang lain. Ini cita-citaku tidak ada yang lain…,”si murid kecil ngotot. ” besok kamu harus bawa karangan yang baru jika kamu tidak perbaiki karanganmu itu, kamu akan mendapat nilai jelek,”si guru mulai mengancam. Namun keesokan harinya,si murid kecil ke sekolah tanpa membawa karangan baru. Walau di ancam dan di pemalukan seperti itu,dia tetap pada cita-citanya semula.
Karena sikapnya yang keras kepala dan tidak mau mengikuti perintah guru, akhirnya ia mendapat nilai paling jelek di kelas.
Tanpa terasa waktu terus berjalan. Tiga puluh tahun kemudian, si guru masih tetap mengajar di sekolah dasar itu. Suatu hari,ia mengajak murid-muridnya belajar sambil berwisata ke sebuah kebun buah dia atas bukit yang sangat terkenal. Kebun buah itu berada di desa tetangga, tidak seberapa jauh dari desa tempat mereka tinggal.
Sesampai di kebun buah yang luas dan indah itu, si guru dan murid-muridnya berdecak kagum. Kebun buah itu ternyata dilengkapi dengan sebuah rumah besar bak istana.tinggi menjulang, megah, dan sangat indah arsitekturnya. “ Orang yang membangun istana ini pastilah orang yang sangat hebat…,” gumam si guru terkagum-kagum.
Tiba-tiba terdengar jawaban. “ Bukan orang hebat yang membangun rumah ini… hanya seorang murid bandel yang berani bermimpi punya cita-cita yang besar, pasti, yang lebih hebat adalah guru yang dulu mendidik bocah bandel itu… Mari masuk ke dalam rumah, pak , kita nikmati teh dan buah-buahan terbaik dari kebun ini…,” ujar si pemilik rumah itu dengan ramah.
Mendengar ucapan itu, mendadak si guru terpana dan teringat siapa yang berdiri di depannya. Dia adalah si murid kecil yang keras kepala yang mendapat nilai jelek waktu itu. Sekarang dia telah menjelma menjadi pengusaha yang sangat sukses. Matanya berkaca-kaca, merasa bersyukur sekaligus menahan malu karena 30 tahun yang lalu dirinya melecehkan cita-cita anak itu.
Sahabat, perubahan besar terjadi karena ada orang-orang kecil yang tangguh dan pantang menyerah.
Rabu, 08 September 2010
sukur...........
Malik bin Dinar r.a.berkata:"Agar anda termasuk kaum mukmin,cegahlah tiga sikap dg tiga cara:cegahlah sikap sombong dg tawaduk.cegahlah sikap rakus dg konaah dan cegahlah sikapsifat dengki dg nasihat"
Manusia harus menolak tiga sifat dan sikap yg dicela dengan tiga sikap yg dipuji,supaya tersifati oleh hakikat iman yg sesungguhnya sperti yg dirasa orang-orang mukmin.dikatakan sombong memandang dirinya sendiri dg pandangan mulia dan memandang orang lain dg pandangan rendah.kebalikan sombong adlh tawaduk.Sombong meghinggapi manusia terjadi akibat kedudukan.ujub timbul pada hati kita Akibat keutamaan.
Rakus adalah rasa yg tumbuh dari hati yg tidak puas dg apa adanya{apa yg dimiliki}sedangkan qonaah adalah ridha atas segala yg ada{mnerima dg lapang dada apa yg dimiliki}
Dengki{hsud} adalah menghrapkan hilangnya kenikmatan orang lain.agar berpindah pada dirinya.nasihat mendorong berbuat kebaikan dan mlarang berbuat kerusakan.dlm sebuah hadist disebutkan:
لا يجتمع ف جوف عبدالا يمان واحسد.
"Iman dan dengki tdk akan dapat bersatu didalam rongga seorang hamba"
yg dimaksud iman dlm hadist tsb.adlh iman kepada takdir Allah swt.
Mu'awiyah berkata:Aku mampu untk menjadikan semua orang rida kepadaku,kecuali orang yg dengki terhadap nikmatku.sesungguhnya orang yg dengki blm mrasa puas.kecuali jika nikmat itu hilang dariku....
Manusia harus menolak tiga sifat dan sikap yg dicela dengan tiga sikap yg dipuji,supaya tersifati oleh hakikat iman yg sesungguhnya sperti yg dirasa orang-orang mukmin.dikatakan sombong memandang dirinya sendiri dg pandangan mulia dan memandang orang lain dg pandangan rendah.kebalikan sombong adlh tawaduk.Sombong meghinggapi manusia terjadi akibat kedudukan.ujub timbul pada hati kita Akibat keutamaan.
Rakus adalah rasa yg tumbuh dari hati yg tidak puas dg apa adanya{apa yg dimiliki}sedangkan qonaah adalah ridha atas segala yg ada{mnerima dg lapang dada apa yg dimiliki}
Dengki{hsud} adalah menghrapkan hilangnya kenikmatan orang lain.agar berpindah pada dirinya.nasihat mendorong berbuat kebaikan dan mlarang berbuat kerusakan.dlm sebuah hadist disebutkan:
لا يجتمع ف جوف عبدالا يمان واحسد.
"Iman dan dengki tdk akan dapat bersatu didalam rongga seorang hamba"
yg dimaksud iman dlm hadist tsb.adlh iman kepada takdir Allah swt.
Mu'awiyah berkata:Aku mampu untk menjadikan semua orang rida kepadaku,kecuali orang yg dengki terhadap nikmatku.sesungguhnya orang yg dengki blm mrasa puas.kecuali jika nikmat itu hilang dariku....
fitra
Manusia adalah salah satu mahluk Allah SWT yang paling lengkap dan sempurna dari seluruh ciptaanNya. Diantara kesempurnaan penciptaannya manusia dianugerahi akal, yang dengannya ia mampu memilah nilai-nilai kehidupan sebagai jalan hidupnya. Bahkan dalam kesempatan lain atas kesempurnaannya itu manusia dipilih oleh Allah SWT untuk dapat melaksanakan amanahNya sebagai pelaksana aturan Allah SWT di muka bumi ini. Hal ini difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an pada surat Al-Baqarah[2]: 30.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Tugas yang Maha berat ini pun diberikan kepada manusia, kepercayaan yang sungguh besar dilekatkan pada manusia bukan atas mahluk selainnya. Bahkan untuk tugas ini Allah SWT memberikan kelebihan lain kepada manusia dengan diberikannya “Basthotan fil 'ilmi wal jism” (keluasan ilmu dan keperkasaan tubuh).
Jika di lihat dari kronologi proses penciptaan manusia, sewaktu manusia baru berumur 4 bulan 10 hari hidup di alam rahim, saat pertama Allah SWT memberikan ruh kepada manusia sehingga sang hidup pun hadir pada dirinya. Di awal kehidupan manusia ini Allah SWT mengambil komitmen atas manusia dengan bertanya pada manusia, “bukankah Aku (Allah) ini Rabb mu?” Lalu kemudian manusia menjawab “ya kami menyaksikan bahwa Engkau adalah Rabb kami” Al-Qur'an surat Al-a'raaf[7]: 172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Dialog antara Allah SWT dengan manusia ini menunjukkan adanya sebuah keterikatan antara seorang mahluk dengan penciptanya, dan mengandung makna kesepakatan atas manusia untuk melaksanakan segala apa yang menjadi kehendak penciptanya, dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa manusia telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT dan apa yang dilarang oleh Allah SWT. Secara tegas manusia siap melaksanakan pengabdian yang totalitas hanya kepada Allah SWT saja sebagai penciptanya tidak kepada selainNya. Jadi jelas kesempatan hidup yang diberikan kepada manusia hanyalah untuk melaksanakan pengabdian kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Dzariyat[51]: 56.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Untuk memudahkan tugas pengabdian ini, lalu kemudian Allah SWT menurunkan petunjuk pelaksanaan pengabdian bagi manusia berupa wahyu sebagai aturan hidupnya dari mulai Shuhuf-shuhuf hingga Zabur, Taurat, Injil dan dicukupkan serta disempurnakan dengan Al-Qur'an. Bersamaan dengan itu diberikannya juga Din al-Haqq (Islam) sebagai sebuah sistem hidup yang dibawa malalui para utusan-utusanNya dari mulai Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW, bahkan secara estapet berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya. Sebagaimana yang di terangkan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-syura[42]: 13.
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
Ketika keterpaduan antara manusia, wahyu (Al-Qur'an) sebagai aturan hidupnya dan Din al-Haqq (Islam) sebagai sistem hidup yang menyeluruh baginya, maka disinilah akan nampak bahwa manusia hidup sesuai dengan fitrah penciptaanNya. Karenanya adalah suatu keniscayaan bagi manusia untuk tetap mencurahkan segala daya dan kemampuannya dalam melaksanakan Al-Qur'an di Din al-Haqq (Islam) jika manusia ingin tetap utuh dalam fitrahnya sebagai manusia. Inilah yang di terangkan dalam Al-Qur'an pada surat al-Ruum[30]: 30.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa seorang manusia akan kembali kepada fitrahnya apabila ia melaksanakan segala apapun yang menjadi ketetapan Allah swt dalam kehidupannya. Sebab jika hal ini tidak dilakukan oleh manusia, maka akan rusaklah fitrah kemanusiaannya di sisi Allah swt. Sebagaimana yang dijelaskan Al-Qur'an dalam surat al-A'raaf[7]: 179.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Semoga hal ini dapat menjadi sebuah perenungan yang mendalam bagi kita semua, sehingga kita dapat kembali kepada fitrah layaknya sebagai manusia...amiin..ya Rabb al-amiin...
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Tugas yang Maha berat ini pun diberikan kepada manusia, kepercayaan yang sungguh besar dilekatkan pada manusia bukan atas mahluk selainnya. Bahkan untuk tugas ini Allah SWT memberikan kelebihan lain kepada manusia dengan diberikannya “Basthotan fil 'ilmi wal jism” (keluasan ilmu dan keperkasaan tubuh).
Jika di lihat dari kronologi proses penciptaan manusia, sewaktu manusia baru berumur 4 bulan 10 hari hidup di alam rahim, saat pertama Allah SWT memberikan ruh kepada manusia sehingga sang hidup pun hadir pada dirinya. Di awal kehidupan manusia ini Allah SWT mengambil komitmen atas manusia dengan bertanya pada manusia, “bukankah Aku (Allah) ini Rabb mu?” Lalu kemudian manusia menjawab “ya kami menyaksikan bahwa Engkau adalah Rabb kami” Al-Qur'an surat Al-a'raaf[7]: 172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Dialog antara Allah SWT dengan manusia ini menunjukkan adanya sebuah keterikatan antara seorang mahluk dengan penciptanya, dan mengandung makna kesepakatan atas manusia untuk melaksanakan segala apa yang menjadi kehendak penciptanya, dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa manusia telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT dan apa yang dilarang oleh Allah SWT. Secara tegas manusia siap melaksanakan pengabdian yang totalitas hanya kepada Allah SWT saja sebagai penciptanya tidak kepada selainNya. Jadi jelas kesempatan hidup yang diberikan kepada manusia hanyalah untuk melaksanakan pengabdian kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Dzariyat[51]: 56.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Untuk memudahkan tugas pengabdian ini, lalu kemudian Allah SWT menurunkan petunjuk pelaksanaan pengabdian bagi manusia berupa wahyu sebagai aturan hidupnya dari mulai Shuhuf-shuhuf hingga Zabur, Taurat, Injil dan dicukupkan serta disempurnakan dengan Al-Qur'an. Bersamaan dengan itu diberikannya juga Din al-Haqq (Islam) sebagai sebuah sistem hidup yang dibawa malalui para utusan-utusanNya dari mulai Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW, bahkan secara estapet berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya. Sebagaimana yang di terangkan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-syura[42]: 13.
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
Ketika keterpaduan antara manusia, wahyu (Al-Qur'an) sebagai aturan hidupnya dan Din al-Haqq (Islam) sebagai sistem hidup yang menyeluruh baginya, maka disinilah akan nampak bahwa manusia hidup sesuai dengan fitrah penciptaanNya. Karenanya adalah suatu keniscayaan bagi manusia untuk tetap mencurahkan segala daya dan kemampuannya dalam melaksanakan Al-Qur'an di Din al-Haqq (Islam) jika manusia ingin tetap utuh dalam fitrahnya sebagai manusia. Inilah yang di terangkan dalam Al-Qur'an pada surat al-Ruum[30]: 30.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa seorang manusia akan kembali kepada fitrahnya apabila ia melaksanakan segala apapun yang menjadi ketetapan Allah swt dalam kehidupannya. Sebab jika hal ini tidak dilakukan oleh manusia, maka akan rusaklah fitrah kemanusiaannya di sisi Allah swt. Sebagaimana yang dijelaskan Al-Qur'an dalam surat al-A'raaf[7]: 179.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Semoga hal ini dapat menjadi sebuah perenungan yang mendalam bagi kita semua, sehingga kita dapat kembali kepada fitrah layaknya sebagai manusia...amiin..ya Rabb al-amiin...
mari
Mari kita perbanyak waktu kita tinggal di dalam Majid untuk sejenak muhasabah/interopeksi diri terhadap segala kesalahan dan kekhilafan yang telah berlalu, mari kita do’akan orang-orang yang telah manyayangi dan mengasihi kita, Ibu kita, Ayah kita, istri kita , saudara-saudara kita dan anak-anak kita serta orang-orang yang mungkin pernah kita sakiti.
Kepada orang-orang yang pernah berjasa kepada kita janganlah kita perlakukan seperti pada kisah ini……..
Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri.
Keesokan harinya di sekolah “Ibumu hanya punya satu mata, ya?!?!” Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, “Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak menyahut.
Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.
Malam itu.....Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.
Saya memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.
Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.
Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.
Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.
Kebahagian ini bertambah terus dan terus, namun suatu ketika ibuku datang.....
Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku. Lalu aku katakan padanya, “Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!” Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, “Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” “KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!”
Ibuku hanya menjawab perlahan, “Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat,” dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.
Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.
Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.
Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.
“Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..
Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.
Ketahuilah anakku, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, ditempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.
Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, “Itu karena ia mencintaiku” Anakku! Oh, anakku! Selamat tinggal sayang ”
Sahabat, sesungguhnya kebahagiaan yang kita raih dan kita nikmati itu adalah karena ada peran orang lain baik secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup kita!, keberhasilan dan kebahagiaan yang manakah yang kita raih sendirian ?
Bersyukurlah atas apa yang kita miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu kita!
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Q.S. Al-Isra : 23 )
Kepada orang-orang yang pernah berjasa kepada kita janganlah kita perlakukan seperti pada kisah ini……..
Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri.
Keesokan harinya di sekolah “Ibumu hanya punya satu mata, ya?!?!” Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, “Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak menyahut.
Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.
Malam itu.....Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.
Saya memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.
Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.
Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.
Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.
Kebahagian ini bertambah terus dan terus, namun suatu ketika ibuku datang.....
Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku. Lalu aku katakan padanya, “Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!” Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, “Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” “KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!”
Ibuku hanya menjawab perlahan, “Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat,” dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.
Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.
Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.
Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.
“Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..
Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.
Ketahuilah anakku, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, ditempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.
Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, “Itu karena ia mencintaiku” Anakku! Oh, anakku! Selamat tinggal sayang ”
Sahabat, sesungguhnya kebahagiaan yang kita raih dan kita nikmati itu adalah karena ada peran orang lain baik secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup kita!, keberhasilan dan kebahagiaan yang manakah yang kita raih sendirian ?
Bersyukurlah atas apa yang kita miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu kita!
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Q.S. Al-Isra : 23 )
dada
Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur'an. Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.
Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.
Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.
Kata Ya'juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf'ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.
Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.
Kata Ya'juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf'ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Langganan:
Postingan (Atom)